
Jakarta Timur – Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan Lokalatih Pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) pada 25–27 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PMI Kota Jakarta Timur dan diikuti oleh 24 peserta dari 15 kabupaten/kota yang berada di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS).
Peserta berasal dari berbagai daerah, antara lain Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Serang, Kota Depok, Kota Banjarmasin, Kota Samarinda, dan Kabupaten Bojonegoro.
Selama tiga hari pelatihan, peserta memperoleh materi terkait strategi pengendalian KLB, langkah-langkah penanganan pada setiap fase kejadian, praktik promosi kesehatan, serta penguatan implementasi Surveilans Berbasis Masyarakat. Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti simulasi Table Top Exercise sebagai bentuk latihan terpadu untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat kesehatan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas staf dan relawan PMI, khususnya di wilayah DAS, dalam mendukung pendekatan Aksi Antisipasi (Anticipatory Action) terhadap risiko banjir. Sejumlah penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB seperti Dengue, Leptospirosis, Diare, dan ISPA menjadi fokus pembahasan, mengingat pentingnya deteksi dan penanganan dini guna mencegah dampak yang lebih luas.
Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial PMI, Fachmi Idris, menekankan bahwa penguatan kapasitas relawan merupakan langkah strategis dalam menghadapi ancaman kesehatan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa PMI memiliki peran penting dalam upaya pencegahan, deteksi, dan respons cepat terhadap potensi kedaruratan kesehatan melalui pengendalian KLB dan penguatan surveilans di tingkat masyarakat.
“PMI memiliki peran strategis untuk memperkuat kapasitas staf dan relawan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman kesehatan secara cepat dan tepat melalui pengendalian KLB serta penguatan Surveilans Berbasis Masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran PMI Provinsi DKI Jakarta serta narasumber dari MDMC dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Melalui penyelenggaraan lokalatih di Pusdiklat PMI Kota Jakarta Timur, diharapkan kesiapsiagaan daerah, khususnya di DKI Jakarta dan wilayah DAS lainnya, semakin meningkat dalam menghadapi potensi KLB maupun ancaman penyakit infeksius di masa mendatang. Sinergi lintas sektor diharapkan terus terbangun guna memperkuat sistem deteksi dini dan respons kesehatan masyarakat.
Jakarta Timur, - PMI Kota Jakarta Timur menunjukkan komitmennya dalam aksi Bakti Ramadhan 1447 H dengan menyalurkan 2.000
Jakarta Timur - Antusias anggota PMR Tingkat Wira mengikuti Pendidikan dan Latihan (DIKLAT) PMR yang
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur menunjukkan komitmennya dalam pembinaan generasi muda relawan melalui
