LOGO PMI JAKARTA TIMUR
>
Profile Ketua PMI Jakarta Timur

Profile ketua PMI Kota Jakarta timur - bambang pangestu Aldryan

Bambang Pangestu Aldryan terpilih sebagai Ketua PMI Kota Jakarta Timur periode 2026–2031 melalui Musyawarah Kota (Musko) PMI Jakarta Timur yang berlangsung pada 16 April 2026. Penetapan dilakukan secara aklamasi setelah hanya terdapat satu calon yang melanjutkan pencalonan hingga selesai.

Bambang Pangestu A., S.E., M.M. bukan sosok baru di lingkungan PMI Jakarta Timur. Perjalanan kepalangmerahannya dimulai sejak menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR), kemudian melanjutkan pengabdian sebagai anggota Korps Sukarela (KSR) Unit Markas PMI Kota Jakarta Timur. Pengalaman tersebut membentuk kedekatan dan pemahamannya terhadap dunia kerelawanan, pembinaan generasi muda, serta pelayanan kemanusiaan di PMI.

Sebelum terpilih menjadi Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu juga dipercaya sebagai Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI Kota Jakarta Timur. Dalam peran tersebut, ia aktif membina anggota PMR, FORPIS, serta relawan PMI Jakarta Timur melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, lomba, pelantikan, hingga kegiatan kemanusiaan di lapangan.

Pria kelahiran Subang pada 24 Juli 1969 ini, juga beberapa kali terlibat dalam kegiatan besar PMI Jakarta Timur, termasuk sebagai Ketua Kontingen PMI Jakarta Timur pada kegiatan Jumbara PMR DKI Jakarta 2025.

Bambang Pangestu A., SE., MM.

Tugas Pokok PMI

Hal ini sangat sejalan dengan tugas pokok PMI adalah membantu pemerintah Indonesia di bidang sosial kemanusiaan terutama tugas-tugas kepalangmerahan yang meliputi: Kesiapsiagaan Bantuan dan Penanggulangan Bencana, Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Sukarelawan, Pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, Pelayanan Transfusi Darah. Kinerja PMI dibidang kemanusiaan dan kerelawanan mulai dari tahun 1945 sampai dengan saat ini antara lain sebagai berikut:.

  1. Membantu saat terjadi peperangan/konflik. Tugas kemanusiaan yang dilakukan PMI pada masa perang kemerdekaan RI, saat pemberontakan RMS, peristiwa Aru, saat gerakan koreksi daerah melalui PRRI di Sumbar, saat Trikora di Irian Jaya, Timor Timur dengan operasi kemanusiaan di Dilli, pengungsi di Pulau Galang.
  2. Membantu korban bencana alam. Ketika gempa terjadi di Pulau Bali (1976), membantu korban gempa bumi (6,8 skala Richter) di Kabupaten Jayawijaya, bencana Gunung Galunggung (1982), Gempa di Liwa-Lampung Barat dan Tsunami di Banyuwangi (1994), gempa di Bengkulu dengan 7,9 skala Richter (1999), konflik horizontal di Poso-Sulteng dan kerusuhan di Maluku Utara (2001), korban gempa di Banggai di Sulawesi Tengah (2002) dengan 6,5 skala Richter, serta membantu korban banjir di Lhokseumawe Aceh, Gorontalo, Nias, Jawa Barat, Tsunami di Aceh, Pantai Pangandaran, dan gempa bumi di DI Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah. Semua dilakukan jajaran PMI demi rasa kemanusiaan dan semangat kesukarelawanan yang tulus membantu para korban dengan berbagai kegiatan mulai dari pertolongan dan evakuasi, pencarian, pelayanan kesehatan dan tim medis, penyediaan dapur umum, rumah sakit lapangan, pemberian paket sembako, pakaian pantas pakai dan sebagainya
  3. Transfusi darah dan kesehatan. Pada tahun 1978 PMI memberikan penghargaan Pin Emas untuk pertama kalinya kepada donor darah sukarela sebanyak 75 kali. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1980 telah diatur tentang tugas dan peran PMI dalam pelayanan transfusi darah. Keberadaan Unit Transfusi Darah PMI diakui telah banyak memberikan manfaat dan pertolongan bagi para pasien/penderita sakit yang sangat membutuhkan darah. Ribuan atau bahkan jutaan orang terselamatkan jiwanya berkat pertolongan Unit Transfusi Darah PMI. Demikian pula halnya dengan pelayanan kesehatan, hampir di setiap PMI di berbagai daerah memiliki poliklinik.

Kontak Kami

MARKAS & UDD : Jalan I Gusti Ngurah Rai No.77, Kel. Klender, Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur – DKI Jakarta
Telepon (021) 8611 832 / 08561111832
Email: kota_jakartatimur@pmi.or.id

Pengunjung Situs

Hari ini: 1 | Total 220075