
Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El
Nino yang diperkirakan melanda berbagai wilayah di Indonesia. Sebagai langkah antisipasi,
PMI mengerahkan 400 mobil tangki air untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat
yang terdampak kekurangan air. Sebagai prioritas awal, mobil tangki air akan dikerahkan ke
wilayah-wilayah yang diperkirakan mengalami dampak kekeringan paling besar, yakni
Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa
Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengerahan mobil tangki air ini dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan PMI menghadapi
musim kemarau yang diperkirakan lebih kering akibat fenomena El Nino sehingga masyarakat
di daerah rawan tetap memiliki akses terhadap air bersih.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, puncak fenomena
El Nino diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026. Kondisi ini berpotensi
menyebabkan akses masyarakat terhadap air bersih berkurang, gagal panen, meningkatnya
risiko kebakaran hutan dan lahan, serta berbagai risiko kesehatan akibat kekurangan air
bersih, sengatan panas, dan kabut asap.
Menghadapi kondisi tersebut, PMI menyiapkan Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat
El Nino 2026 sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan bencana berbasis prakiraan. Distribusi
air bersih akan dilakukan sesuai kebutuhan di daerah terdampak melalui koordinasi dengan
pemerintah daerah, BPBD, serta PMI provinsi dan kabupaten/kota agar bantuan tepat
sasaran.

"Kita akan menggerakkan 400 mobil tangki air untuk membantu masyarakat yang mengalami
kekurangan air bersih akibat kekeringan. Air adalah kebutuhan dasar setiap orang. Saat
masyarakat kesulitan memperoleh air, PMI harus hadir secepat mungkin untuk memastikan
kebutuhan dasar tersebut tetap terpenuhi," ujar Ketua Umum PMI Jusuf Kalla.
Pengalaman PMI dalam penanganan kekeringan tahun 2023, PMI mengerahkan 126 mobil
tangki air dan mendistribusikan 100 juta liter air bersih kepada 5,6 juta orang di 21 provinsi
dan 131 kabupaten/kota di Indonesia.
Dalam apel kesiapsiagaan tersebut, PMI Kota Jakarta Timur turut hadir sebagai bagian dari komitmen mendukung kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi dampak kekeringan ekstrem akibat El Nino. Kehadiran PMI Jakarta Timur menjadi wujud kesiapan sumber daya, personel, dan armada yang dimiliki untuk mendukung operasi kemanusiaan apabila diperlukan di wilayah DKI Jakarta maupun daerah lain.
Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu A., menegaskan bahwa PMI Jakarta Timur siap mendukung setiap langkah kemanusiaan yang dikoordinasikan oleh PMI Pusat.
"PMI Jakarta Timur siap berkontribusi dalam operasi kemanusiaan menghadapi dampak kekeringan ekstrem. Kami akan terus memperkuat kesiapsiagaan personel, armada, dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan agar pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara cepat, tepat, dan optimal apabila dibutuhkan," ujar Bambang Pangestu A.

PMI akan terus memantau perkembangan musim kemarau dan menyesuaikan operasi
distribusi air bersih sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Jakarta Timur – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur melaksanakan audiensi dengan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung
PMI Kota Jakarta Timur menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat dengan menyalurkan bantuan
Jakarta Timur – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur menggelar Pelatihan Pengendalian Kejadian Luar
